Sabtu, 28 Januari 2012

Janji yg Tak Terpenuhi


Hm….
Saperti yang telah kita tahu bahwa kini hampir di semua sisi , di semua pemikiran dan tindakan sebagian besar dilatar belakangi oleh sesuatu yang bersifat timbal balik dan memandang materi , memang tidak semua seperti ini namun tidak bisa kita pungkiri juga kalau ada pepatah yang berbunnyi “Ada uang abang sayang , Tak ada uang abang melayang” , jarang orang yang berbicara langsung mengenai hal ini namun tidak sedikit orang yang mempraktekkannya .

Tapi dari masalah tersebut terkadang kita dapat melihat sesuatu yang indah yang amad jarang kita temui , sesuatu pengorbanan yang dapat menyentuh hati kita seperti cerita berikut ini .

Kisah ini menceritakan tentang seorang pria yang berjuang demi mendapatkan cintanya , cinta yang berawal dari sebuah persahabatan , Romeo adalah seorang pria biasa yang baru saja mendapatkan musibah kecelakaan saat ia hendak pergi bekerja , namun musibah itu belum berhenti disitu saja , karena terlalu lama dia di rumah sakit tuk menjalani masa perawatan , romeo akhirnya di berhentikan dari tempat ia bekerja . Juliet adalah sahabat romeo semenjak sekolah menengah pertama , dia adalah wanita yang dicintai romeo namun sayang cinta romeo bertepuk sebelah tangan karena selama ini juliet hanya menganggap romeo sebagi seorang sahabat dan setelah penembakan (pernyataan cinta) dari romeo yang pertama kali kepada juliet , mereka memutuskan untuk menjadi sahabat saja yang sebenarnya tanpa diketahui juliet bahwa romeo masih menaruh hati padanya .

Dan saat juliet tahu romeo tertimpa musibah itu , juliet selalu menjenguknya juga memberikannya semangat agar dia kembali seperti dahulu , hingga tanpa disadari dirinya sendiri saat itu , juliet merasa ada yang hilang dalam dirinya  ,  merasa kesedihan yang cukup dalam , merasakan akan takutnya kehilangan seseorang yang amat berarti dalam hidupnya namun juliet masih menutupi dan mengelak akan perasaannya tersebut dan meyakinkan dirinya bahwa itu hanya sebuah perasaan biasa saja .

Romeo yang tak menyadari akan perubahan sikap dari juliet ini menanggapinya hanya biasa saja , seusai dari masa penyembuhaannya , romeo kembali mencari perkerjaan untuk menopang hidupnya dan membantu ibunya yang seorang single parents . Dimasa krisis global seperti ini mencari perkerjaan bukan lah suatu hal yang mudah terlebih lagi pendidikan akhir romeo hanya sebatas SLTA , namun dengan sikap pantang menyerahnya dia terus berusaha agar mendapatka sebuah pekerjaan akan tetapi saat dia disibukkan mencari kerja , suatu hari romeo mendapatkan sebuah gambaran / mimpi yang aneh . “Romeo , jika kamu mencintai saya tolong datang lah kesini , tolong saya romeo , saya akan menunggu mu , romeo , romeo ,romeo , ROMEO ,ROMEO......” , “ROMEO..... bangun nak sudah jam 6.00 , bukannya nanti jam 8.00 kamu ada interview ? ayo nak bangun” jerit ibunya romeo dari luar kamar , yang tentunya membuat romeo tersentak , “JULIET.....” dan sebangunnya dia , romeo tak melihat juliet disekitarnya “sepertinya td saya mendengar suara juliet , aneh....tadi terdengar begitu jelas suaranya” sambung romeo karena masih tak percaya akan apa yang didengarnya .

Tepat sebelum romeo berangkat untuk interview , dia mendapat telepon dari juliet “romeo, kamu hari ini ada acara ga? ada yang ingin saya bicarakan sama kamu PENTING” tanya juliet “memangnya ada apa juli ? klo pagi ini saya ada interview tapi mungkin nanti siang baru saya baru bisa” jawab romeo “kalau gitu nanti saya tunggu di tempat biasa , saya akan menunggu mu , saya mohon .......” dan tanpa berbicara apa – apa lagi , wanita yang di cintai romeo ini menutup teleponnya dan membuat seribu pertanyaan di benak romeo , “dia kenapa ya ? kok aneh gitu” permintaan dari juliet atau yang akrab di panggil julie itu sungguh membuat romeo tak tenang dalam perjalanannya hingga pada akhirnya romeo merubah tujuannya yang semuala tuk mengikuti interview demi membantu ibunya kini dia justru pergi ketempat dimana dia dan julie janji tuk bertemu .

Sebetulnya kalau pun romeo menemui julie sehabis interview pun tak jadi masalah namun entah kenapa , perasaan romeo justru amat gundah dan sesampainya disana ternyata julie sudah menunggu dan dia duduk termenung sendirian bahkan hampir terlihat menangis , “julie...” sapa romeo dan tanpa sempat berbicara panjang lebar julie langsung saja memeluk romeo sambil menangis “AKU GAK MAU , AKU GAK MAU , AKU GAK MAU..........” teriak julie sambil memeluk erat romeo “kamu kenapa ? hei...hei... julie tenang dulu dan jelaskan sama ku , kamu kenapa ?” tanya romeo sambil berusaha menenangkan julie “coba cerita , ada apa ini sebenarnya ?” romeo mencoba tanya kembali , “aku ga mau , aku ga mau , tolong aku romeo” sambung julie sambil sesegukan “ga mau apa ? julie coba kamu tenangin diri dulu terus setelah itu kamu cerita ada apa sebenarnya ? sampai kamu jadi seperti ini” pinta romeo sambil berusaha menghapus air mata julie yang terus memeluknya “aku ga mau di jodohin , aku ga mau...... GA MAU ..... ” teriak julie lagi “st....st.... udah , udah...ku mohon kamu tenang dulu ya julie , kalau kamu nangis dan teriak terus gimana ku bisa bantu” , “di jodohin gimana ? bukannya kamu masih kuliah ?” tanya romeo .

Dengan berusaha sambil menenangkan diri , julie coba tuk menceritakan yang terjadi padanya , “iya, ku masih kuliah dan seperti yang pernah ku katakan padamu , ku lum mau menikah sampai kuliah ku selesai , tapil.........” julie kemudian diam seribu bahasa tanpa melanjutkan kata – katanya “tapi apa julie ?” tanya romeo penasaran , dan sambil menitikkan air mata julie menjawab “tapi ayah ku tak mau mengerti hal itu dan dia ingin menjodohkan ku dengan putra dari sahabatnya yang tidak ku kenal” ...... .... romeo kemudian diam sejenak , lalu  “apa kamu sudah coba tuk jelaskan keinginan kamu ke ayah ?” , “sudah , sudah... bahkan ku sudah sampai memohon padanya untuk tidak menjodohkan ku tapi kata ayah ‘kuliah itu bisa dilanjutkan kalau kami sudah menikah’ begitu katanya , yang jadi permasalahan bukan menikahnya saja melainkan aku tidak kenal dan tidak mencintainya , ku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak ku cintai” sambung julie “lalu apa rencana kamu sekarang ?” , “aku mohon romeo bantu aku , entah bagaimana pun caranya , ku mohon bantulah aku , aku tidak ingin menikah dengan dia” mereka berdua berusaha mencari akal tuk mengatasi masalah ini dan kemudian “nah bagaimana kalau seperti ini , kamu pura – pura saja menjadi pacar ku mungkin dengan itu ayah kan merenungkan niadnya itu” pinta julie “tapi bagaimana jika ayah mu tahu dan bagaimana kalau ayah mu justru meminta kita tuk menikah , kita harus memikirkan masalah ini baik – baik jika tidak ingin masalah ini semakin rumit” , “ku mohon romeo bagaimana pun caranya tolong bantu aku atau kalau tidak ku lari saja dari rumah” , “kamu jangan gila julie , kamu mau membuat semua orang khawatir jika kamu mau pergi begitu saja dari rumah ? baiklah akan ku coba cari jalan keluar yang baik tuk kamu tapi lebih baik sekarang kamu pulang saja dulu nanti jika sudah ku temukan caranya , kita ketemu lagi disini” , “tidak bisa , harus sekarang juga kita pikirkan jalan keluarnya , karena sebelum malam minggu nanti ku sudah harus beri keputusannya pada ayah” , “tapi kita ga kan bisa dapat jawaban dari masalah ini kalau pikiran kita sendiri lagi ga dalam keadaan tenang , julie tolong kamu percaya saya , saya kan coba tuk cari jalan keluarnya saya berjanji paling lambat besok pagi saya beri tahu kita harus bagaimana , jadi saya mohon kamu percaya saya” , “jadi sekarang kita harus apa ?” tanya julie , romeo kemudian berdiri dan mengambil setangkai bunga yang kemudian dikaitkan di telinga julie lalu dia berkata , “sekarang kita tenangin diri dulu , asli dari td saya ketemu kamu saya seperti ga diberi kesempatan tuk bernafas” jawab romeo sambil tersenyum dan memanjangkan kakinya “oh iya kamu dah sarapan lum tadi ?” tanya romeo “belum , aku ga nafsu makan” jawab singkat , “nah.... kebetulan saya dah laper neh , dah siang juga , gimana klo kita sarapan kamu tadi , sekarang kita double aja sekalian makan siang  , yuk” ajak romeo “kamu ga denger ya tadi ku bilang” , sambung julie ketus “denger kok , tapi kali ini kamu yang harus dengerin saya , ga pake bandel , ga pake bantah , ayo sekarang kita cari makan dulu bis itu kamu saya antar pulang” tak peduli apa yang dikatakan julie , romeo menarik tangan julie tuk segera bangun dan cari makan sama – sama yang akhirnya julie pun ikut romeo juga . Dan setelah mereka makan siang bersama , romeo kemudian mengantarkan julie pulang “sekarang kamu istirahat ja dulu ya , ga usah mikir yang macam – macam dulu , saya janji besok sudah kan menemukan jalan keluarnya , saya janji” setelah itu romeo pun pamit pulang namun sebelum romeo beranjak pergi jauh dari julie , julie menghampirinya lalu memeluk romeo dari belakang dan berkata “terima kasih , terima kasih romeo” romeo hanya menggenggam tangan julie yang melingkar di pinggangnya tanpa berkata apa – apa .

Hari itu bagaikan hari yang panjang untuk mereka berdua , hari yang penuh tangis dan kesedihan , semalaman julie tidak dapat memejamkan matanya , dia gelisah , gelisah menunggu bantuan dari romeo , gelisah karena memikirkan masalah ini , masalah yang menyangkut masa depannya dan di lain tempat pun romeo sama gelisahnya , sama bingungnya seperti apa yang dirasakan julie . Malam yang seharusnya menjadi malam yang indah kini berubah menjadi malam yang berat dan lama tuk dilalui mereka . Hingga keesokan paginya romeo masih bingung karena belum menemukan jalan keluar dari masalah ini pun akhir nya memutuskan untuk menghubungi julie “hallo,bisa bicara dengan julie ?” , “iya , bagaimana romeo , apa rencana kamu ? saya sudah menunggunya dari semalam” , “saya ga bisa bilang ditelepon , nanti 2 jam lagi kamu saya tunggu ditempat biasanya” dan tanpa bicara panjang lebar keduanya bersiap – siap untuk bertemu kembali membahas masalah yang pelik ini . Sampai ketika waktu yang telah ditetap kan mereka pun akhirnya bertemu lalu julie melihat romeo yang termenung sendiri duduk dikolam air mancur tempat mereka biasa bertemu “romeo , kamu kenapa ? kok bengong gitu ?” tanya julie heran melihat sikap romeo yang aneh saat itu dan romeo yang tidak menyadari akan kedatangan julie dia pun terkejut “eh...julie , dari kapan kamu disitu ?” tanya balik romeo , “sudah cukup lama hingga bisa melihat kamu melamun” jawab julie sambil tersenyum , kemudian julie duduk disamping romeo sambil terus memandangi romeo yang diam seribu kata , julie yang tak ingin mengganggu akhirnya hanya bisa diam dan melihat saja , kemudian “julie , maafkan saya , saya ga yakin apakah ini akan menjadi rencana yang baik untuk mu” ujar romeo sambil memandang julie, “memangnya , apa rencana yang sudah kamu pikirkan?” tanya julie balik “sebetulnya ini adalah rencana awal yang pernah kamu katakan pada saya , kita akan pura – pura pada ayah kamu kalau kita telah memiliki hubungan yang serius dan kita hanya bisa berharap kalau ayah mau menerima dan percaya akan apa yang akan kita katakan” sambung romeo sambil tertunduk lesu , “jika memang itu rencananya , kenapa kemarin kamu menolak ide ku itu ?” tanya julie merasa heran “sebetulnya ada satu hal yang ku ingin kau tahu” kemudian romeo diam sejenak lalu “seperti yang sudah kamu ketahui , saya ini mencintai mu , walau selama ini juga kamu hanya menganggap saya sebagai sahabat mu saja” julie hanya diam saja menunggu maksud utama dari pembicaraan romeo ini “dan ketika kamu bilang ‘bagaimana jika kita pura – pura jadian ja agar ayah merenungkan niatnya’ saat itu pula sebetulnya saya senang dan kecewa, saya senang karena walau mungkin hanya pura – pura setidaknya saya pernah memasuki hati mu tapi disisi lain saya kecewa , kecewa karena perasaan tulus dan cinta saya ini justru untuk menipu ayah , menipu ayah dari orang yang amat saya cintai dan sejujurnya saya pun masih bingung , apa kita masih harus memakai cara ini ?” romeo kemudian menitikkan air matanya lalu “tapi ku tak punya cara lain untuk menolong kamu , aku malu.....malu karena tak bisa menepati janji ku” sekuat tenaga pria yang mencoba membantu orang yang di cintainya ini menahan air mata .

Julie pun hanya dapat memandangi romeo yang sedang mengalami dilema itu tanpa bisa berbuat banyak “tapi menurut saya ide yang telah kau berikan itu sebetulnya sudah cukup baik , dari pada kita cari ide dan rencana lain yang terlalu di buat – buat nanti justru akhirnya malah terlihat jelas kalau kita sedang berbohongnya” sambung romeo “jadi bagaimana baiknya menurut mu?” tanya julie “iya , mungkin ada baiknya kita jalani dulu rencana kita ini , berharap ayah dapat percaya dan membebaskan mu dari lamaran itu walau apa pun resiko dari rencana ini , saya berjanji pada mu julie saya tak akan membiarkan mu bersedih lagi seperti kemarin dan kali ini saya akan menepati janji saya ini” sambung romeo , dan mendengar kalimat dari romeo , julie merasa tenang dan bahagia perasaannya saat itu sungguh sangat damai walau julie tak mengatakan apa – apa namun semua itu dapat terlihat dari senyuman indah yang terpancar dari wajahnya “baiklah romeo , saya percaya padamu , saya selalu mempercayaimu , kalau begitu malam minggu besok datanglah kerumah ku kita kan bertemu dengan ayah dan menjelaskan semuanya padanya besok” pinta julie yang kemudian disambut dengan senyuman dari romeo lalu “baiklah , besok kita kan menemui ayah untuk menjelaskan masalah ini semua , semoga saja rencana kita ini berjalan lancar” , “Amien.....” sahut julie .

Kita selalu merencanakan sesuatu namun mengenai hasil kedepan dari apa yang kita rencanakan tak dapat kita ketahui sama sekali walau terkadang kita dapat memperkirakannya , semuanya kini kembali pada Nya , seusai mengantarkan wanita pujaan hati , romeo pun kembali pulang dengan banyak hal yang ada di kepalanya berharap semua ini berjalan sesuai dengan rancananya , tik . tak . tik . tak . tik . tak . tik . tak tik . tak . suara jam tua yang berada dikamar pria tuna karya yang sedang mengejar cita dan cintanya ini begitu jelas terdengar , bukan karena suara jam itu yang terlalu keras namun karena malam yang begitu sepi dan romeo yang belum dapat memejamkan matanya hingga suara jam itu terdengar begitu jelas dan tak berbeda jauh dengan romeo , bidadari kita yang satu ini pun tak dapat pergi kedunia mimpi dimana pada dunia ini kita tak merasakan yang namanya permasalahan sesungguhnya .

Hinga akhirnya pagi pun datang dan menyambut mereka berdua dengan sinar hangatnya , romeo yang ada janji untuk interview pada pagi ini pun mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dan berusaha untuk menyampingkan masalahnya dengan julie tuk sementara , walau sebetulnya tak dapat di pungkiri bahwa wajah romeo menyiratkan kalau ia sedang ada masalah . “ibu , saya berangkat dulu ya , mohon doa restunya”  pamit romeo  “hati –hati ya nak , inget nanti sesaat sebelum wawancara kamu baca doa dulu dan percayalah bahwa doa ibu selalu bersama kamu” jawab ibunya romeo dengan senyum manisnya “iya” sambung romeo .

Dengan sedikit masih terlihat letih romeo pun berjalan menuju ke tempat dia akan di interview dan disela – sela waktu saat menunggu gilirannya tiba romeo coba tuk memejamkan matanya sejenak , sampai pada saatnya semua itu selesai namun anehnya romeo sama sekali tidak memikirkan bagaimana hasil dari wawancaranya tapi justru dia melamun memikirkan masalah nanti malam , melamun sendirian di pinggir taman di tempat awal mula julie dan romeo bertemu , ditempat itu pula romeo ditolak untuk pertama kalinya oleh julie , di tempat ini banyak kenangan yang di alami oleh mereka berdua dan saat membayangkan itu romeo pun tersenyum namun apa kah semua itu hanya akan menjadi kenangan belaka ? pertanyaan itu pula yang membuat romeo diam membisu dan tanpa terasa waktu pun bergulir begitu cepat hingga waktu pun telah menunjukkan pukul 17.45 yang sebentar lagi waktu pertemuan antara romeo dengan ayahnya julie pun semakin dekat .

Dan dalam perjalanan romeo menuju rumah orang yang paling di cintainya dia berdoa agar semua permasalahan ini cepat selesai dan berakhir dengan bahagia di semua pihak “permisi” salam romeo , tak lama kemudian julie datang dan membukakan pintu tuk pria yang akan merubah hidupnya juga masa depannya “yuk masuk , kamu sudah di tunggu dari tadi , bapak ada di dalam tuh” sambung julie , tahu kah kalian kapan saja kah perasaan seorang pria berdebar – debar ? pertama , saat kita bersama dengan orang yang kita cintai , kedua , saat kita bertemu dengan orang tuanya kekasih kita terlebih lagi saat kita akan melamar gadis yang kita cintai “selamat sore pak” sapa romeo “sore , oh iya romeo , kata julie ada yang ingin kamu bicarakan , apa itu ? nampaknya penting sekali” tanya bapaknya julie “sebelumnya saya minta maaf pak jika nanti ucapan saya ini akan mengejutkan bapak” bapaknya julie hanya bisa melihat dan memandangi romeo saja menunggu apa yang akan dikatakan romeo nantinya , “saya ingin melamar putri bapak untuk menjadi istri saya , saya mohon persetujuan dan doa restunya pak” kontan saja pernyataan dari romeo ini membuat bapak dari putri cantik ini terkejut dan dengan memasang wajah herannya itu beliau bertanya “kamu tidak sedang bercanda kan romeo ? kamu ingin melamar anak saya ?” tanya pria paruh baya ini “betul pak , selama ini tanpa bapak ketahui sebetulnya kami sudah menjalin hubungan yang cukup serius namun itu semua kami rahasiakan dari bapak karena pada awalnya kami belum siap untuk memberi tahukannya pada bapak  akan tetapi saat mendengar bahwa julie akan dijodohkan saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan wanita yang saya cintai harus jatuh kepelukan orang lain” , “sekali lagi saya minta maaf pak kalau saya telah lancang berbicara seperti itu” bapak dari julie ini hanya diam sambil memandangi romeo dan julie penuh curiga “kalian tidak sedang membohongi bapak kan ?” tanya pria calon mertua romeo kelak “tidak pak , saya serius dengan ucapan saya ini” jawab romeo , kemudian pertanyaan itu kembali di ajukan pada julie “bukan kah selama ini kamu dengan romeo hanya bersahabat ? julie ga sedang membohongi bapak kan , agar bisa lepas dari perjodohan itu ?” julie yg sebelumnya hanya diam , kini dia pun mendapat rentetan pertanyaan dari bapaknya sendiri “bapak paling ga suka loh kalau anak bapak sendiri yang berbohong , jadi tolong jawab , apa ini semua betul julie , kalau kalian telah berpacaran dan ingin melanjutkan ke tahap berikutnya ?” dengan singkat julie menjawab “iya pak ini semua betul” setelah julie menjawab suasana di ruangan itu berubah menjadi hening , tak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka lalu julie pun berbicara “pak , memang betul selama ini kami hanya bersahabat namun lambat laun julie merasakan sesuatu hal yang aneh di hati julie dan perasaan itu dari hari ke hari semakin kuat hingga akhirnya julie pun tahu kalau dia pun merasakan hal yang sama terhadap julie sampai kami pun jadian dan jujur pak , julie ga mau kehilangan dia , romeo amat berarti untuk julie” romeo yang mendengar kalimat itu tersentak bagai tersengat listrik , karena sungguh dia tak menyangka kalau julie rela berbohong sejauh itu agar dia berhasil lolos dari perjodohan itu .

Romeo serta bapaknya julie hanya bisa diam saat mendengar julie berkata seperti itu , “romeo , kamu sekarang bekerja dimana ?” pertanyaan yang tak diduga sama sekali oleh julie dan romeo “hah , oh ... saya masih belum dapat kerja lagi pak , semenjak kecelakaan yang lalu” jawab romeo dengan sedikit bingung “begini ya nak romeo , bapak tidak melarang kalian berpacaran namun jika sudah membicarakan tentang masa depan putri bapak ini , bapak tidak mau main – main” , “hidup ini bukan hanya dengan cinta saja nak , kita butuh tempat tinggal , butuh makan dan lainnya yang tentunya semua itu tidak bisa di penuhi dengan hanya mengandalkan cinta saja , romeo ngertikan maksudnya bapak ?”  sudah jelas dari semua ucapan bapaknya julie , ini bisa jadi sebuah test untuk romeo atau mungkin hanya jebakan agar mereka berdua berpisah “saya mengerti pak , maksud bapak saya harus memiliki pekerjaan dahulukan baru bisa mempersunting putri bapak ?” jawab romeo “iya itu maksud saya , namun bapak memiliki satu syarat lagi untuk romeo” ????? ini sungguh membuat julie dan romeo khawatir , mereka kawatir apa kah mungkin kalau bapaknya julie ini telah mengetahui rencana mereka ? “apa itu pak syarat berikut nya ?” tanya romeo yang berusaha untuk tetap tenang dalam kondisi saat itu “bapak ingin kamu bisa mendapatkan pekerjaan itu dalam waktu 1 bulan atau kurang” wow ini lebih sungguh mengejutkan lagi , apa mungkin romeo dapat berhasil mendapatkan perkerjaan dalam waktu 1 bulan ? atau ini mungkin memang hanya rencana dari bapaknya julie untuk menolak romeo secara halus “tapi itu kan ga mungkin pak , terlebih lagi sekarang – sekarang ini sulit banget mendapatkan kerja , tolonglah pak beri sedikit kelonggaran tuk romeo” sambung julie yang tak terima akan keputusan dari bapaknya itu dan beliau hanya tersenyum kemudian “bukan begitu julie , bapak juga sudah janji untuk memberi jawaban pada teman bapak itu 1 bulan lagi apakah kami jadi menjodohkan kalian , itu sebabnya bapak hanya memberikan waktu sebulan untuk romeo membuktikan cintanya pada mu , bapak tak ingin menyerahkan putri bapak satu – satunya pada orang yang mudah menyerah hanya dengan test seperti ini namun saat dia siap menerima test ini berarti dia juga telah siap tuk kehilangan julie jika dia gagal dalam memenuhi syarat bapak ini” , “sekarang semuanya berada di tangan kalian terutama kamu romeo , apa kamu siap menerima syarat dari bapak ?” tanya bapaknya julie pada mereka hingga membuat julie dan romeo diam namun tak lama kemudian “saya siap pak , saya siap menerima syarat dari bapak dan saya berjanji 1 bulan lagi saya akan datang kembali dengan menunjukkan bahwa saya telah berhasil memenuhi syarat itu” sambung dari romeo menerima persyaratan dari calon bapak mertuanya kelak , dan dengan tersenyum manis bapaknya julie berkata “bapak suka akan sikapmu itu anak muda , baiklah kalau seperti itu bapak tunggu sebulan lagi” , “karena semuanya telah di putuskan dan tidak ada lagi yang perlu di bicarakan kalau begitu bapak tinggal kedalam dulu ya nak romeo , julie tolong kamu temani romeo dulu ya” pamit bapaknya julie sambil meninggalkan ruang tamu yang telah menjadi panas itu karena pembicaraan mereka “iya pak” sambung julie .

Tinggallah mereka berdua di ruang tamu itu , saling menatap tanpa ada sedikitpun sapatah kata pun yang keluar pada mulut mereka yang kemudian dilanjutkan dengan saling mealihkan pandangan mata mereka satu sama lain lalu romeo pun bangun dan berkata “julie , aku berjanji pada mu , ku akan berusaha semampu ku untuk membantumu keluar dari masalah ini walau ku tahu bahwa ini hanya sebuah sandiwara dan demi persahabatan kita tanpa ada perasaan yang special sedikitpun dihati mu namun itu semua sudah lebih dari cukup ketika bisa melihat mu bahagia” setelah mengatakan semua isi hatinya romeo pun pamit pulang pada julie yang diam seribu bahasa hingga saat romeo hendak keluar dari gerbang julie menahannya “TUNGGU!!!” panggil julie , “tunggu sebentar romeo , ada yang ingin ku bicarakan dengan mu sebentar” pinta julie sambil menggenggam tangannya romeo , romeo pun berhenti sejenak dan memandang julie “ini mungkin akan terdengar aneh dan mungkin juga kamu akan sulit mempercayainya atau bahkan mungkin kamu akan menganggap ku seperti wanita murahan jika kamu mendengar hal ini ....... ........” dan banyak hal yang di katakan julie namun tak satu pun dari ucapan juga perkataanya yang dapat dimengerti “kok dari tadi bicaranya muter – muter , sebetulnya kamu mau bicara apa julie ?” tanya romeo bingung  , dan sambil mengumpulkan keberaniannya julie mengatakan “aku ingin bilang bahwa aku mencintai kamu” romeo yang terkejut mendengarkan hal tersebut terus memperhatikan julie dengan menunjukkan expresinya itu “apa saya tidak salah dengar tadi ? kamu bilang apa julie ?” tanya romeo ingin memastikannya dan denga tersipu malu julie mengulang kembali kalimatnya yang tadi “kamu tidak salah dengar romeo , aku mencintai kamu sungguh mencintai kamu” , “dan semua ucapan ku yang tadi di dalam saat bersama bapak , itu semua bukan rekayasa melainkan itu semua adalah isi hati ku yang telah ku pendam” dan dengan banyak rasa penasaran juga banyak pertanyaan yang berada dibenak romeo dia “kamu mencintai ku ? bukankah selama ini kamu menolak ku dan kamu mengatakan ‘kalau lebih baik jika kita hanya bersahabat saja’ , bukan kah itu yang selama ini kamu ingin kan ?” tanya romeo dengan penuh penasaran dan saat pertanyaan itu dilontarkan , julie hanya bisu mematung seakan – akan membenarkan semua ucapan romeo tadi “ku mohon julie , jangan mempermainkan perasaan ku ini , ku akui memang aku mencintai kamu sampai kapan pun namun saat ini ku sudah bisa menerima ketika kau tolak aku dan kita hanya menjadi sahabat” sambung romeo sambil menatap julie yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya lalu tak lama setelah itu julie kemudian menitikkan air matanya dan berkata “aku , aku , aku tahu kalau selama ini aku telah salah , salah menilai orang , salah dalam mengambil sikap dan keputusan” , “aku salah karena telah menyakiti hati kamu , orang yang paling baik dan memperhatikan aku selama ini parahnya lagi aku tak menyadari itu semua hingga saat kau terbaring karena kecelakaan beberapa waktu lalu dan jujur ketika itu ku takut sekali , takut akan kehilangan akan diri mu dan saat itulah ku menyadari bahwa kau amat berarti dalam hidup ku melebihi dari sekedar seorang sahabat” , “awalnya aku ragu akan perasaan ku ini hingga semua masalah ini datang dan semua akan rasa takut kehilangan mu semakin besar , tidak bisa ku pungkiri arti hadirmu dalam hidup ku amat lah berarti” , “tapi maafkan aku jika sudah menyakitimu , ku bisa terima saat kau tak percaya akan semua ucapan ku ini , ku bisa memahami bagaimana perasaanmu selama ini , maafkan aku romeo , maafkan aku” sambil menangis julie kemudian berpaling dari romeo dan meninggalkannya seorang diri namun romeo tak diam begitu saja , ia mengejar julie dan meraih tangannya kemudian berkata “aku selalu mempercayaimu julie dan maafkan atas ucapan ku yang kasar tadi , ku hanya sedikit terkejut saat kau ucapkan hal itu , maafkan aku ya” sambil memeluk julie dan berusaha menenangkan julie yang sedari tadi menangis , dalam balutan sebuah pelukan hangat penuh cinta mereka berdua merasakan perasaan damai satu sama lain . Beberapa saat kemudian romeo melepaskan pelukannya dan berkata “julie , saya berjanji , saya berjanji akan memenuhi syarat dari bapak mu itu dan datang lagi untuk meminang mu” janji romeo itu di ucapkan sambil memandangi julie dan memegang wajahnya namun akankah janji ini dapat ia penuhi dalam tenggang waktu yang begitu sempit ? “iya , aku percaya bahwa kamu akan menepatinya , aku akan menunggu kamu romeo dan berjuanglah untuk ku , berjuanglah untuk cinta kita” pinta julie , waktu benar – benar seakan seperti berhenti dan tak ada yang lebih indah dari mereka selain moment itu . Dan satu kecupan sayang mendarat di keningnya julie kemudian “saya pulang dulu ya dan doakan saya semoga bisa berhasil mendapatkan pekerjaan sebelum waktunya habis” pamit romeo pada julie yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya “iya” sambung julie .

Setelah pamit pulang dengan julie , romeo tak langsung pulang melainkan dia mampir dahulu ke warnet dan berkata dalam hati “kini ga ada waktu tuk istirahat , semuanya sudah di depan mata dan saya ga ingin kehilangannya lagi” rupanya di warnet itu dia langsung membuka site tuk lowongan pekerjaan , di hari yang semakin larut romeo justru berkutit di dunia maya dengan menaruh harapannya disana semoga dapat menyelesaikan ini semua dengan baik , setelah dikiranya cukup untuk malam itu romeo pun pergi pulang dan mengistirahatkan diri setelah melalui hari yang panjang ini . Dan keesokan paginya romeo telah berangkat pagi – pagi tuk menaruh lamaran kerja yang di bacanya pada koran yang kemarin ia beli , berkeliling kota menaruh tiap – tiap lamarannya tak peduli dengan teriknya matahari dan dinginnya hujan semuanya dia lalui demi mencapai tujuan dan keinginannya hingga tanpa terasa waktu 1 minggu pun telah berlalu begitu cepat . yang biasanya pada setiap malam minggu romeo dan julie ketemuan walau saat itu mereka belum jadian kini justru saat mereka sudah resmi jadi sepasang kekasih mereka malah tidak bisa bertemu dalam waktu dekat ini dikarenakan romeo harus fokus dengan pencariannya itu dan julie pun dapat memakluminya .

Dan dari semua lamaran yang di taruh romeo kini sudah mulai menunjukkan ada sedikit celah kecil untuk berhasil , romeo beberapa kali diminta datang untuk melakukan test dan interview namun sayang dari semua panggilan itu beberapa di antaranya menyebutkan bahwa romeo gagal memenuhi persyaratan yang diminta atau dia gagal dalam melakukan testnya dan beberapa di antaranya yang lain dia di minta untuk menunggu hasil lebih lanjut dalam waktu 1 – 2 minggu kedepan , sedangkan waktu yang di miliki romeo sudah tak banyak lagi , ini sudah memasuki akhir minggu ke dua dan dalam 2 minggu terakhir ini bahkan romeo hapir sudah tidak pernah menghubungi julie lagi , disana pun julie bingung apakah ia harus menghubungi romeo dan mengganggunya atau membiarkan romeo tuk fokus akan usahanya itu namun disini ia merasa cemas dan khawatir akan keadaan romeo .

Romeo yang semakin tertekan akan tenggat waktu yang semakin sempit itu pun sempat jatuh sakit , tubuhnya panas namun walau begitu dia tak patah semangat , dalam kondisi tubuh yang lemah itu romeo tetap keluar untuk mencari pekerjaan dan meraih impiannya , saat – saat dimana romeo membutuhkan bantuan semangat dan dorongan , julie mengirimkan sebuah sms tuk romeo yang berisi “q dsini cms n khawatir mmikirkan u tp q hrp u baik2 ja , q tau u sdg bjuang tuk q , tuk cinta qt n pcaya lah doa srta cinta q kan slalu bsama u jd smangatlah , CHAYO :-* ” sms itulah yang kembali membangkitkan semangat romeo namun walau begitu waktu terus saja berjalan dan belum ada tanda – tanda bahwa akan ada yang berhasil sedangkan ini sudah memasuki minggu ke empat , semua ini seakan – akan sia – sia belaka , bagaimana pun usaha yang romeo lakukan semua itu tergantung akan hasilnya karena walau dia berusaha sekeras apa pun jika hasilnya nihil makan semua itu akan percuma .

Diambang keputus asaannya karena inilah 2 hari terakhir sebelum dia memberikan hasil pada bapaknya julie , romeo mendapat telepon panggilan untuk interview lanjutan dari test yang sebelumnya ia lakukan , sangat berharap dan besar harapannya di taruh pada interview kali ini . Pada setiap langkahnya romeo memanjatkan doa dan pada setiap doanya dia teringat akan orang – orang yang di cintainya , ibunya yang menunggu romeo dirumah berharap anaknya akan berhasil dan julie yang menanti cintanya datang dengan membawa kabar baik untuk mereka , dengan semua harapan dan usaha yang selama ini dijalani romeo hadapi penuh dengan keyakinan dan semangat , yang mana jika pada sebagian orang ini semua akan dianggap sebagai beban dan tekanan yang amat berat tetapi tidak untuk romeo , dia menganggap ini semua seperti lorong gelap yang  berujung dengan sebuah jalan keluar yang penuh dengan cahaya , jika kita menginginkan itu semua maka kita harus berjalan dan berusaha walau itu akan terasa berat dan sulit namun jika kita berhenti di tengah jalan maka bersiaplah untuk hidup selamanya dalam lorong gelap itu .

Terbukti akan semua pemikiran yang di pegang romeo itu dengan di terimanya dia di sebuah restaurant yang cukup ternama di jakarta “selamat ya , kamu bisa mulai kerja senin besok” ucap kepala personalia pada restaurant itu “um...maaf pak sebelumnya , saya boleh minta tolong tidak ? saya ingin memberitahukan kabar gembira ini pada orang tua saya dengan menunjukkan surat penerimaan diri saya , bisa tidak pak saya minta untuk dibuatkan surat penerimaan itu ? hanya untuk sebagai bukti saja bahwa saya telah di terima di restaurant yang terbaik di jakarta ini” , “maaf jika sebelumnya saya lancang dan kurang sopan namun saya mohon pengertian dan bantuan bapak” pinta romeo “um...jadi kamu mau beri kejutan ya pada orang tau mu ? baiklah kalau seperti itu , kamu tunggu sebentar ya , saya buatkan dulu” sambung pak Syarif  kepala personalia yang baik hati .

Setelah mendapat kan surat penerimaan pegawai dari pak syarif itu , romeo pulang dengan gembira bahkan sampai melompat kesenangan , seakan – akan semua beban yang dipikulnya beberapa minggu ini hilang begitu saja “oh iya , kalau saya beri tahu kabar gembira ini pada julie pasti dia senang banget , kalau gitu saya mampir dulu ah ke rumahnya” sambil senyum – senyum ga jelas dia pergi menuju rumah julie , dan dalam bis menuju rumahnya julie romeo menyempatkan mengistirahatkan matanya sejenak . karena dalam beberapa hari ini dia tak bisa tidur dengan nyenyak walau sudah dipaksakan untuk merem sekali pun hingga tanpa terasa romeo sudah sampai di depan jalan rumahnya julie , sambil setengah sadar dia turun dari bis dan berusaha nyebrang dengan tetap sambil senyum – senyum ga jelasnya itu , entah karena belum sadar betul atau mungkin karena terlalu senang , romeo tak menyadari akan kehadiran mobil yang melaju kencang mengarah padanya dan ...............................................................................

................................................................................................................................................................................................................................................................................................romeo yang terpental cukup jauh karena hantaman mobil tadi itu pun bangkit kembali dengan darah yang mengalir dari kepalanya , semua orang yang melihat kejadian itu segera menghampiri romeo dan mereka berusaha menghentikan mobil yang menabraknya tadi “WOY , KELUAR LOE , KELUAR” , “KELUAR” teriak warga sekitar mencoba membuat pengemudi mobil itu keluar dan bertanggung jawab atas perbuatannya namun tanpa mereka sadari , romeo justru meninggalkan kerumunan itu sambil berjalan terhuyung – huyung dengan darah yang terus saja mengalir dari kepalanya itu “mas jangan jalan dulu , duduk saja dulu bis itu biar saya bawa mas kerumah sakit , darah mas ngalir terus tuh” ujar salah satu warga setempat , “saya ga apa – apa kok , sungguh lagi pula saya di tunggu seseorang” sambung romeo yang masih bisa tersenyum pada pria yang berniad mengantarkannya ke rumah sakit dan sesampainya di sebrang jalan romeo yang mulai agak pusing itu memanggil tukang ojek sekitar “Bang , ojek” panggilnya dengan suara yang mulai melemah , “loh mas kenapa itu kepalanya ? darahnya ngucur terus” tanya tukang ojek heran “ga apa – apa kok bang , ini Cuma keringet aja” entah mungkin mulai hilang kesadaran atau bagaimana , darah yang mengalir di kepalanya di anggap keringat oleh romeo “bang , tolong anterin saya ke jalan kenangan no.210 ya” pinta romeo “iya , tapi apa mas yakin gpp?” tanya tukang ojek itu penuh kecemasan “iya,saya gpp kok bang” sambungnya sambil tersenyum dalam perjalanan itu romeo mengelap emua darah yang ada di kepalanya itu , darah yang dikiranya adalah keringat , dia membersihkannya sampai tak tersisa lagi dan semuanya bersih kembali dan sesampainya romeo dirumah julie “ini bang ongkosnya , makasih ya” abang tukang ojek itu benar – benar dibuat membisu oleh kejadian itu , “permisi” , “itukan suara romeo” dengan sedikit tergesa – gesa julie membukakan pintu dan “romeo” julie langsung memeluknya “aku kangen banget , mari masuk kita ngobrol didalam aja” sambut julie penuh antusias namun romeo hanya diam mematung sambil tersenyum “kamu kenapa kok diam aja ? wajah kamu juga pucat , kamu baik – baik saja kan ?” tak satupun dari pertanyaan julie yang dijawab , wajah pucat yang penuh dengan keringat itu hanya tersenyum tanpa bicara apa – apa , darah yang tadi sudah berhenti kini mulai mengalir lagi dari kepala romeo “darah ?......kamu kenapa , kenapa kepala kamu berdarah ?” tanya julie yang mulai panik dan membersihkan darah dari kening romeo dan kemudian “saya , saya ........” belum sempat menyelesaikan kalimatnya , romeo kemudian jatuh pingsan dalam pelukan julie “romeo, bangun sayang , bangun romeo.........” , “ROMEO........ , TOLONG!!!!!” teriak julie histeris melihat darah begitu banyak mengalir dari kepalanya romeo .

Kemudian secepat mungkin julie beserta ayahnya membawa romeo kerumah sakit , sesampainya di rumah sakit romeo langsung dimasukan kedalam ruang UGD , julie hanya bisa menunggu di luar bersama ayahnya , menunggu dan berharap bahwa romeo akan baik – baik saja dan setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter pun keluar memberitahukan keadaan romeo namun .............................. belum juga dokter berkata sesuatu julie sudah dapat menebak apa yang terjadi ketika melihat raut wajah dokter yang tak berdaya itu “maafkan saya , dia sudah tidak bisa diselamatkan” ucap dokter itu , “tidak , itu tidak mungkin ......” julie yang tidak sanggup mendengar jawaban dari dokter itu akhirnya jatuh pingsan dan dalam sebuah tempat yang gelap bahkan bisa dikatakan sangat gelap , julie melihat bayangan romeo dengan sangat jelas , romeo hanya memandang julie dengan senyuman manisnya kemudian dia berpaling meninggalkan julie , julie yang saat itu mencoba memanggil romeo seakan tak punya kekuatan untuk berteriak dan memanggilnya dan semakin lama bayangan itu semakin menjauh kemudian menghilang dalam kegelapan lalu saat itu “ROMEO............................” julie pun akhirnya siuman dari pingsan nya  , “sabar mbak , sabar” ucap seorang suster yang berada disampingnya , julie tak dapat melakukan apa – apa , dia hanya bisa menangis dan berharap kalau semua ini hanya mimpi , semua perkataan suster dan ayahnya pun tak didengarnya sama sekali saat , dalam penuh kesedihan itu julie melihat sebuah amplop yang tergeletak dimeja di samping tempat tidurnya kemudian suster itu memberi tahu “itu amplop yang dipegang terus sama pasien yang tadi mbak , amplop itu dipegangnya erat sekali saya pikir itu mungkin surat untuk mbak makanya saya taruh disitu” jelas suster tadi , dengan sambil berusaha menenangkan diri julie berusaha membuka dan membaca surat itu .
__________________________________________________________________________________
Kepada Yth
Bapak / Ibu dari Romeo
Di tempat

Dengan hormat ,
Bersama dengan surat ini saya memberi tahukan bahwa putra bapak / ibu telah diterima kerja di PRIMA RESTAURANT  sebagai COOK , kami berharap agar nantinya putra bapak / ibu sekalian dapat bekerja dengan giat di tempat kami ini .

Demikian surat pemberitahuan atas penerimaan pegawai baru di restaurant kami ini dan selamat bergabung .

    Hormat saya






   Syarifin Ilham
( Kepala Personalia )
__________________________________________________________________________________

“TIDAK................................................................” julie semakin histeris seusai membaca surat pemberitahuan itu , dia sungguh tak menyangka bahwa pertemuan terakhirnya denga romeo ialah ketika romeo ingin membuktikan bahwa dia telah berhasil memenuhi syarat dari ayahnya julie namun itu semua kini tak lagi berguna , dengan terus menangis dan meratapi semuanya , julie terus saja menggenggam surat terakhir romeo itu .

Semua yang kita rencanakan adalah hanya sebuah harapan dan rencana saja , semuanya kembali kepada Nya , jika DIA tak mengizinkan maka walau kita berusaha sekuat apa pun maka kita kan tetap tak medapatkannya , janji yang romeo ucapkan pada julie bahwa dia akan selama nya melindungi dan membahagiakannya kini hanya menjadi sebuah kenangan saja , menjadi sebuah janji yang tak terpenuhi .

Waktu yang telah pergi tak akan kembali , sesuatu yang hilang tak akan datang kembali , apa yang harus kita lakukan saat kita merasakan hal tersebut ? dapat kah kita menerima semua takdir kita itu ? bisa kah kita menjalani hari – hari setelah hari ini ?
Semua jawaban itu hanya diri kita sendiri yang tahu .

Jangan lah pernah kau ingkari apa yang ada di hati mu , jangan lah pernah kau sia – siakan waktumu yang berharga saat kau bersamanya , bersama dengan orang yang kau cintai karena kita tak tahu apakah moment itu akan terulang atau justru akan hilang  .
 


THE END
 





UNTUK MU YANG TERCINTA

SEMUA YANG KU LAKUKAN UNTUK MU
ITU SEMUA ADALAH BUKTI CINTA KU PADA MU
NAMUN MAAFKAN AKU JIKA ITU SEMUA JUSTRU MEMBUATMU MENDERITA
MAAFKAN AKU JIKA AKU TELAH MENYAKITI HATI MU

AKU AKAN SELALU MENCINTAI MU
WALAU KU TAHU KU TAK BISA MEMILIKI MU
HAL YANG TERPENTING DALAM CINTA KU IALAH MELIHAT MU BAHAGIA
WALAU TERKADANG DISINI KU HARUS MENANGIS DARAH

AKU PERGI BUKAN UNTUK MENINGGALKAN MU
AKU PERGI BUKAN UNTUK MEMBUATMU BERSEDIH
TAPI AKU PERGI KARENA INGIN MELIHAT MU BAHAGIA
BAHAGIA DENGAN SESEORANG YANG LEBIH BAIK DARI AKU

SELAMAT TINGGAL KASIH
SELAMAT TINGGAL CINTA
MUNGKIN INI MEMANG SUDAH JALAN UNTUK KITA BERDUA
DIMANA KITA TAK DAPAT BERSATU



DARI YANG SELALU MENCINTAI MU

ROMEO


Creat by : Oscar Akbar
Dated : 22 Desember 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar